Rabu, 20 Agustus 2008

Pilihan Rakyat Indonesia emang tidak salah...


Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Drs. M. Jusuf Kalla wakil presidennya, terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004 Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik nya jadi Presiden.
SBY, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. studinya berlanjut di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian.. Pada 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa, masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum, dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik.
Susilo Bambang Yudhoyono meraih lulusan terbaik AKABRI Darat tahun 1973, dan terus mengabdi sebagai perwira TNI sepanjang 27 tahun. Beliau meraih pangkat Jenderal TNI pada tahun 2000. Sepanjang masa itu, beliau mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di Indonesia dan luar negeri, antara lain Seskoad dimana pernah pula menjadi dosen, serta Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam tugas militernya, beliau menjadi komandan pasukan dan teritorial, perwira staf, pelatih dan dosen, baik di daerah operasi maupun markas besar. Penugasan itu diantaranya, Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad, Panglima Kodam II Sriwijaya dan Kepala Staf Teritorial TNI.
Selain di dalam negeri, beliau juga bertugas pada misi-misi luar negeri, seperti ketika menjadi Commander of United Nations Military Observers dan Komandan Kontingen Indonesia di Bosnia Herzegovina pada 1995-1996.
Setelah mengabdi sebagai perwira TNI selama 27 tahun, beliau mengalami percepatan masa pensiun maju 5 tahun ketika menjabat Menteri di tahun 2000. Atas pengabdiannya, beliau menerima 24 tanda kehormatan dan bintang jasa, diantaranya Satya Lencana PBB UNPKF, Bintang Dharma dan Bintang Maha Putra Adipurna. Atas jasa-jasanya yang melebihi panggilan tugas, beliau menerima bintang jasa tertinggi di Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna.
Sebelum dipilih rakyat dalam pemilihan presiden langsung, Presiden Yudhoyono melaksanakan banyak tugas-tugas pemerintahan, termasuk sebagai Menteri Pertambangan dan Energi serta Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan pada Kabinet Persatuan Nasional di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Beliau juga bertugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong-Royong di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada saat bertugas sebagai Menteri Koordinator inilah beliau dikenal luas di dunia internasional karena memimpin upaya-upaya Indonesia memerangi terorisme.
Presiden Yudhoyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia. Beliau adalah juga Ketua Dewan Pembina di Brighten Institute, sebuah lembaga kajian tentang teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional.
Presiden Yudhoyono adalah seorang penggemar baca dengan koleksi belasan ribu buku, dan telah menulis sejumlah buku dan artikel seperti: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Ada pula Taman Kehidupan, sebuah antologi yang ditulisnya pada 2004. Presiden Yudhoyono adalah penutur fasih bahasa Inggris.
Presiden Yudhoyono adalah seorang Muslim yang taat. Beliau menikah dengan Ibu Ani Herrawati dan mereka dikaruniai dengan dua anak lelaki. Pertama adalah Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono, lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 yang sekarang bertugas di satuan elit Batalyon Lintas Udara 305 Kostrad. Putra kedua, Edhie Baskoro Yudhoyono, mendapat gelar bidang Ekonomi dari Curtin University, Australia.
ada nggak ya di indonesia ini yang sebanding ama SBY.... ?

Olimpiade Beijing

Beijing luncat... beijing luncat ka astana... abdi lepat narosan teu ti anggalna... itulah hariring upit sarimanah puluhan tahun yang lalu dalam bahasa sunda yg artinya kira kira bajing melompat ke arah pekuburan ... aku menyesal nggak menyatakan cinta sedari dulu ....terus waktu aku SMA lagu itu percaya atau tidak di remix disco ke dalam music house yang lagi musim saat itu... lha apa hubungannya sama olimpiade, ah nggak ada yang jelas olimpiade ini ada acara loncat loncat, ada loncat indah , lompat galah, lompat jangkit, lompatan smesh, lompatan senam dan sebagainya, sesuai dengan moto olah raga citius altius fortius yang terkuat, tertinggi, dan tercepat, mestinya nambah lagi genius karena olahraga jaman sekarang nggak bisa lepas dari majunya tekhnologi disamping keuletan dan tekad para atletnya meraih kejayaan... Indonesia yah nggak malu maluin juga dengan peringkat tiga puluhan dari sekitar seratusan negara peserta, soal body emang orang asia tenggara nggak bisa nyamain body orang afrika atau ras aria tapi masalahnya bukan body juga ku lihat, orang orang arab aja yang punya badan besar nggak bisa berbuat banyak di olimpiad, apa terlalu manja dengan duit yg berlimpah karena minyak atau sibuk ngurusin negaranya bira nggak diserang israel nggak ngerti juga , yang jelas orang orang china yang punya body nggak terlalu jauh dengan asia kebanyakan malah bisa jadi juara umum kayaknya.... well kembali ternyata segala ini atas nama tekad dan kemauan ,karena hanya dengan itu apapun bisa diraih contohnya seperti tekad dan kemauan orang orang china... Bravo..

Rabu, 13 Agustus 2008

Kamadewi


Kembali pula engkau datang
kepadaku di waktu sekarang
tengah menjadi permainan gelombang
gelombang terberai di bunga karang.
Lah lama kau kulupakan
lah lampau bagi kenangan
lah lenyap dari pandangan
Tetapi sekarang apatah mula
apakah sebab, aduhai bonda
ia datang menyusupi beta?
Kau ganggu hati yang reda
kau kacau air yang tenang
kau jagakan dewi asmara
kau biarkan air mata berlinang...
O, asmara kau permainkan aku
laguan kasih engkau bisikkan
gendang kenangan engkau palu
dari kelupaan aku, engkau sentakkan.
Pujaan mana kau kehendaki
persembahan mana kau ingini
aduhai angkara Asmara dewi.
Gelak sudah beta sembahkan
cinta sudah tuan putuskan
apatah lagi dewi harapkan
pada beta duka sampaian...
kamadewi! gendewamu bermalaikan seroja
puadai padma seraga
tetapi aku sepanjang masa
duduk di atas hamparan duka!
Kamadewi! tiadakah tuan bertanyakan nyawa?
Amir Hamzah